MAKALAH
Produksi
Dan Fungsi Biaya Dalam Pendidikan
DOSEN PENGAMPUH :
Prof. Dr. Makhdalena, S.E.,
M.Si., Ak,. CA
Oleh:
YUFRIZAL
NIM. 1910247209
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU 2019
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Salah satu kegiatan ekonomi dalam
masyarakat atau suatu negara yang dihitung dalam waktu tertentu disebut
produksi. Kegiatan produksi tergantung pada kebutuhan dan kebiasaan perhitungan
produksi dan pendapatan daam suatu negara.
Dalam aspek ekonomi, kegiatan produksi
selalu didorong oleh motif ekonomi dan prinsip ekonomi agar keseluruhan
kegiatan itu tidak percuma, ada tujuan, sasaran, serta harapannya, sehingga
dapat menghasilkan sesuatu barang dan jasa secara optimal.
Secara garis besar, produksi adalah
kegiatan yang berkenaan dengan usaha meningkatkan nilai guna suatu barang dan
jasa langkah pertama kegiatan produksi itu adalah menghimpun faktor produksi
yang beraasal dari masyarakat melalui kegiatan distribusi setelah terhimpun
maka produksi itu diolah dan dikelola menjadi hasil produksi.
Berbicara tentang produksi sudah barang
tentu sangat erat hubungannya dengan biaya. Biaya merupakan harga pokok atau
bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatkan.
Biaya juga serin diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh
suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu
maupun kesempatan. Dalam administrasi pendidikan hal yang sangat penting tidak
bisa dihilangkan adalah hal pembiayaan pendidikan.
Pembiayaan pendidikan pada hakikatnya
merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Suatu lambaga akan dapat
berfungsi dengan baik jika memiliki manajeman yang didukung dengan sumber daya
manusia (SDM), dana/biaya dan sarana prasarana.
Undang-Udang Dasar 1945 pasal 31 ayat
(1) menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan
mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan bangsa serta
memberikan konstribusi signifikan atas pertumbuhan ekonomi dan transformasi
sosial. Namun untuk pelaksanaan dan meningkatknya kualitas pendidikan
diperlukan pembiayaan untuk menunjangnya. Biaya pedidikan merupakan salah satu
komponen masukan instrumental input yang sangat penting dalam penyelenggaraan
pendidikan di sekolah.
Dalam setiap upaya pencapaian tujuan
pendidikan baik tujuantujuan yang bersifat kualitatif biaya pendidikan memiliki
peran yang sangat penting. Hampir tidak ada pendidikan yang mengabaikan peranan
biaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya proses pendidikan tidak akan
berjalan. Biaya dalam pengertian ini
memiliki cakupan yang luas, yakni semua jenis pengeluaran yang berkenaan dengan
penyelenggaraan pendidikan, baik dalam bentuk uang maupun barang dan
tenaga.
Ada dua sisia anggaran biaya pendidikan
yang berkaitan satu sama lain, yakni anggaran penerimaan dan anggaran
pengeluaraan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.
1.2. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang masalah di
atas, adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah adalah : a) Apa
fungsi produksi dalam pendidikan?
b) Apa
tujuan dari produksi?
c) Apa
konsep pembiayaan dalam pendidikan?
d) Apa
jenis-jenis pembiayaan dalam pendidikan?
e) Apa
fungsi pembiayaan dalam pendidikan?
1.3. Tujuan Penulisan Makalah
Berdasarkan paparan rumusan masalah di
atas, tujuan penulisan makalah ini adalah :
a) Untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Mutu dan Pembiayaan Pendidikan.
b) Untuk
mengetahui fungsi produksi dalam pedidikan
c) Untuk
mengetahui tujuan dari produksi
d) Untuk
mengetahui konsep pembiayaan dalam pendidikan
e) Untuk
mengetahui jenis-jenis pembiayaan dalam pendidikan
f) Untuk
mengetahui fungsi pembiayaan dalam pendidikan
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan untuk
menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa.
Menurut Hatta (2000:9) produksi adalah
segala pekerjaan yang menimbulkan guna, meperbesar guna dan membagikan guna itu
diatara orang banyak.
Adapun menurut Assauri (1999:11),
produksi merupakan suatu kegiatan atau proses yang mentranspormasikan masukan
(input) menjadi hasil keluaran (output).
Sedangkan Reksohardiprodjo dan
Gitosudarmo (1993:1) mengatakan produksi adalah penciptaan atau penambah faedah
bentuk, waktu, dan tempat atas faktor-faktor produksi. Adapun
Berdasarkan pendapat para ahli di atas,
dapat di disimpulkan bahwa produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang
ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran.
2.2. Fungsi Produksi Dalam Pendidikan
Thomas (dalam Pidarta, 2009) membagi
produksi dalam pendidikan menjadi 3 macam yaitu :
a) Fungsi Produksi Administrator
Yang dipandang input adalah segala sesuatu yang menjadi
wahana dn proses dalam pendidikan, input pendidikan meliputi :
1) Prasarana
dan sarana belajar, termasuk ruangan kelas dapat diuangkan, artinya bahwa
perhitungan luas dan kualitas bangunan
2) Perlengkapan
belajar di sekolah seperti media, alat peraga juga dihitung harganya
3) Buku-buku
pelajaran, dan bentuk material lainnya seperti film, diske dan sebagainya
4) Barang-barang
yang habis dipakai sepeti zat kimia dilaboratorium dan sebagainya
5) Waktu
guru bekerja, dan perangkat pegawai administrasi dalam memproses peserta didik
harus dibeli dan dibayar
Dari kelima jenis input di atas sesudah dinilai dalam bentuk uang kemudian
dijumlahkan. Sementara itu yang
dipandang sebagai output adalah
sebagai bentuk layanan dalam memproses peserta didik seperti menghitung SKS dan
lamany peserta didik dalam belajar.
b) Fungsi Produksi Dalam Psikologi
Fungsi produksi dalam psikologi adalah sama dengan input
fungsi produksi administrator akan tetapi outputnya berbeda. Hasil output yang
ada pada fungsi ini adalah hasil belajar siswa yang mencakup : peningkatan
kepribadian, pengarahan dan pembentukan sikap, penguatan kemauan, penambahan
pengetahuan ilmu dan teknologi, penajaman pikiran, dan peningkatan estetika
(keindahan dengan norma dan kondisi masyarakat.
c) Fungsi Produksi Ekonomi
Sebagai inputnya adalah semua biaya pendidikan seperti
pada input produksi administrator, semua uang yang dikeluarkan untuk keperluan
pendidikan yaitu uang saku, membeli bukudan sebaagainya selama masa belajar
yang mungkin diperoleh lewat bekerja selama belajar atau kuliah, tetapi tidak
didapat sebab waktu tersebut dipakai untuk belajar atau kuliah (opptunity cost). Sementara yang menjadi
outputnya adalah tambahan penghasilan peserta didik kalau sudah tamat dan
bekerja, manakala orang ini sudah bekerja sebelum belajar atau kuliah. Dan
apabila ia belum bekerja yang menjadi outputnya adalah gaji yang diterima
setelah tamat dan bekerja.
2.3. Tujuan Produksi
Diantara tujuan produksi adalah sebagai
berikut :
a) Memenuhi
kebutuhan manusia
b) Menghasilkan
barang dan jasa
c) Meningkatkan
nilai guna barang dan jasa
d) Memperbaiki
kemakmuran masyarakat
e) Meningkatkan
jumlah keuntungan
f) Memperluas
lapangan usaha
g) Menjaga
keberlangsungan usaha
2.4. Konsep Pembiayaan Dalam Pendidikan
Pembiayaan pendidikan menurut pendapat
Nanang Fattah (2006:23) adalah bersifat budgetair dan non budgetair. Pengertian
pembiayaan pendidikan bersifat budgetair adalah biaya pendidikan yang peroleh
dan dibelanjakan oleh sekolah sebagai suatu lembaga.
Sementara biaya pendidikan non budgetair
yaitu biaya pendidikan yang dibelanjakan oleh murid, atau orang tua/keluarga
dan biaya kesempatan pendidikan.
a. Anggaran Biaya Pendidikan
Ada dua sisi yang berkaitan dengn anggaran biaya
pendidikan yakni : anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai
tujuan-tujuan pendidikan.
1) Anggaran
penerimaan, adalah pendapatan yang diperoleh setiap tahun oleh sekolah dari
berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Untuk sekolah dasar negeri,
umumnya memiliki sumber-sumber anggaran penerimaan yang terdiri dari pemerintah
pusat, pemerintah daerah, masyarakat sekitar, orangtua murid dan sumber-sumber
lainnya.
2) Anggaran
pengeluaran, adalah jumlah uang yang dibelanjakan setiap tahun untuk
kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah.
Berdasarkan pendekatan unsur biaya (ingredient approach), pengeluaran
sekolah dapat dikategorikan ke dalam beberpa item pengeluaran yaitu :
1) Pengeluaran
untuk pelaksanaan pelajaran
2) Pengeluaran
untuk tata usaha sekolah
3) Pemeliharaan
sarana dan prasarana sekolah
4) Pendataan
5) Kesejahteraan
pegawai
6) Administrasi
7) Pembinaan
teknis education
Penghitungan biaya dalam pendidikan
akan ditentukan oleh unsur-unsur tersebut yang didasarkan pula pada
penghitungan biaya nyata (the real cost)
sesuai dengan kegiatan menurut jenis dan volumenya.
Dalam konsep pendidikan dasar, ada dua
hal penting yang perlu dikaji atau dianalisis yaitu biaya pendidikan secara keselurhan
(total cost) dan biaa satuan per
siswa (unit cost).
Biaya satuan di tingkat sekolah merupakan aggregate biaya pendidikan tingkat
sekolah, baik yang bersumber dari pemerintah, orang tua, dan masyarakat yang
dikeluarkan untuk penyelenggaraan pendidikan dalam satu tahun.
b. Perencanaan
Penyusunan Anggaran Biaya Pendidikan
Nanang Fattah (2006:47) mengatakan
penganggaran merupakan kegiatan atau proses penyusunan anggaran (budget). Budget merupakan rencana
operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang
digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lembaga dalam
kurun waktu tertentu.
Sedangkan M. Munandar (1986:1)
mengatakan yang dimaksud dengan Business Budget atau budget (angaran) adalah
suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi keseluruhan kegiatan
perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk
jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.
c. Strategi
Penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah)
Dalam hubungan ini penyusunan RAPBS
memerlukan analisis masa lalu dan lingkungan ekstren yang mencakup kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman biasa disebut Analisis internal dan eksternal
(Analisis SWOT, Strength, weakness, Opportunity, Threats).
2.5. Jenis-Jenis Pembiayaan Dalam Pendidikan
Ada beberapa jenis pembiayaan dalam
pendidikan yakni sebagai berikut :
Biaya produksi memiliki beberapa jenis,
antara lain adalah sebagai
berikut:
a. Biaya
Tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dalam besaran
yang tetap atau stabil. Biaya ini keberadaannya tidak dipengaruhi oleh adanya
perubahan dari jumlah maupun aktivitas produksi pada tingkat tertentu. Jadi,
biaya ini lebih dipengaruhi oleh sebuah kondisi dalam jangka panjang seperti
pajak bumi dan bangunan, asuransi serta gaji karyawan. Dalam instansi
pendidikan, contoh biaya tetap adalah Gaji Guru dan karyawan,asuransi,pajak
bangunan sekolah.
b. Biaya
Variabel
Biaya variabel merupakan biaya yang
besarannya berubah-ubah tergantung pada volume kegiatan. Jadi jika volume
kegiatan mengalami peningkatan, maka biaya variabel juga akan naik. Hal ini
akan berlaku sebaliknya jika volume kegiatan mengalami penurunan maka biaya
variable akan turun. Contoh biaya variabel dalam sebuah perusahaan yaitu bahan
baku serta biaya periklanan.
Dalam instansi pendidikan, contoh biaya
variable ini adalah seperti kebutuhan kertas saat kegiatan ujian,biaya tagihan
listrik saat uji kompetensi,biaya pelaksanaan kegiatan.
c. Biaya
Total
Biaya total merupakan keseluruhan biaya
yang digunakan untuk memproduksi sebuah output. Biaya ini bersifat menyeluruh
mencakup biaya tetap, biaya semivariabel maupun biaya variabel. Salah satu
contoh biaya total yaitu biaya produksi, mulai dari biaya bahan baku, biaya
pemasaran, biaya administrasi dan sebagainya. Dalam instansi pendidikan, contoh
dari biaya total adalah Biaya belanja bulanan alat tulis kantor, Gaji bulanan
guru dan pegawai, biaya listrik dan internet tiap bulan.
d. Biaya
Rata-Rata
Biaya rata-rata dapat didefinisikan
sebagai biaya total dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Ini merupakan
faktor penting ketika membuat keputusan produksi. Jenis biaya ini akan
memberikan tentang biaya produksi per unit yang dihasilkan. Dalam instansi pendidikan,
contoh biaya ratasata adalah biaya gaji guru honorer berdasarkan jam mengajar.
e. Biaya
Marginal
Biaya marginal merupakan biaya tambahan yang disebabkan
adanya penambahan unit output.
Dalam isntansi pendidikan, contok biaya marginal adalah
adanya kegiatan workshop, kegiatan promosi sekolah.
2.6. Fungsi Pembiayaan Dalam Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor
penting untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Fungsi
anggaran disamping sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian juga
merupakan alat bantu dalam mengarahkan suatu lembaga menempatkan organisasi
dalam posisi yang kuat atau lemah. Anggaran juga berfungsi sebagai tolak ukur
keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan,
disamping itu dapat juga dijadikan alat mempengaruhi atau memotivasi pimpinan
dan karyawan untuk bertindak efisien dalam mencapai sasaran lembaga.
Jika dilihat dari perkembangannya biaya memiliki fungsi
yaitu:
sebagai alat penaksir, sebagai alat otorisasi pengeluaran
dana, sebagai alat efesiensi.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Produksi adalah suatu kegiatan yang
menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa yang mana bertujuan
sebagai memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri. Tujuan dari produksi tersebut
salah satunya untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menghasilkan barang dan
jasa.
Di samping produksi, manusia juga
memerlukan biaya untuk kelangsungan hidupnya salah satunya biaya pendidikan. Biaya
pendidikan adalah semua pengeluaran yang memiliki kaitan langsung dengan
penyelenggaraan pendidikan.
Anggaran pembiayaan pendidikan terdiri
dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain, yaitu sisi anggaran penerimaan dan
anggaran pengeluaran untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Biaya pendidikan
merupakan salah satu komponen masukan instrumental (instrumental input) yang
sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Dalam setiap upaya
pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan-tujuan yang bersifat kuantitatif biaya
pendidikan memiliki peran yang sangat menentukan. Hampir
tidak ada upaya
pendidikan yang dapat
mengabaikan peranan biaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya,
proses pendidikan tidak akan berjalan.
Biaya dalam pengertian ini memiliki cakupan yang luas, yakni semua jenis pengeluaran yang
berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik dalam bentuk uang maupun
barang dan tenaga.
DAFTAR PUSTAKA
Alfarizi, S. 2009. Mohammad Hata Biografi Singkat
(1902-1980). Grasi, Yokyakarta.
Assauri. 1999. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi. Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Munandar, M., 1986. Budgeting
(Perencanaan, Pengkoordinasian dan Pengawasan Kerja, BPFE, Yokyakarta.
Fattah, Nanang. 2004. Landasan Manajemen Pendidikan. Remaja
Rosdakarya Offset, Bandung.
--------------------. 2006. Landasan Manajemen Pendidikan, Remaja
Rosdakarya Offset, Bandung.
Pidarta, Made. 2009. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Remaja
Rosdakarya Offset, Bandung.
Sukanto, Reksohadiprodjo dan Indriyo
Gitosudarmo. 1993. Manajemen Produksi.
Edisi Keempat. BPFE-Yokyakarta.
Republik Indonesia, 1945.Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 31
Comments
Post a Comment